Persaudaraan merupakan istilah umum dalam melihat hubungan sebagai sesuatu ikatan batin yang kuat antar sesama manusia. Persaudaraan terjalin dari hubungan sedarah, juga dapat terjalin dari hubungan yang bukan sedarah, ataupun suku, agama dan antar golongan. Begitulah kiranya saya menggambarkan daaerah di mana saya bekerja yaitu di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara(KKU). Di sana kehidupan masyarakatnya sangat kental dengan hubungan berbahagai macam suku diantaranya Suku Melayu, Dayak, Jawa, Bali, Madura, dan Tionghoa.
Di pemerintahan di dominasi Melayu baik berasal dari wilayah KKU maupun luar KKU seperti dari Kubu Raya, Pontianak Kota, dan Kabupaten lain yang masih wilayah Kalimantan Barat. Di sana juga saya bekerja dan memulai bersama-sama teman lain membentuk lembaga sosial yang di sebut Yayasan Alam Sehat Lestari(ASRI). Melalui lembaga ini saya berfikir untuk memulai mencari teman atau saudara agar dalam pergaulan sehari-harinya tidak terasa canggung. Satu hal yang normal biasanya terjadi dimana bila kita kenal seseorang maka dia sudah kemungkinan besar menjadi teman dan saudara kita. Namun beda yang saya temukan. Beberapa orang Melayu di sana yang saya kenal baik mengakui bahwa di antara orang Dayak dan Melayu merupakan hubungan keluarga yang begitu dekat seperti hanya kakak dan adik. Orang Dayak kakaknya dan orang Melayu adiknya. Saya merasa ini merupakan hal yang baik dalam bbersosialisasi dengan masyarakat nantinya.
Saya tahu bahwa pernyataan itu tidak pernah saya dengarkan di daerah saya yang mayoritas orang Dayak, saya berfikir ternyata di saat terjadi multi etnik berada di suatu daerah, ada pertalian persaudaraan yang terjalin sekian lama.
Yang lebih mengagetkan saya lagi, pernah saya membeli ayam pedaging orang jawa. Dan Bapak itu katakan kepada saya bahwa sebenarnya orang Dayak itu adik-beradik dengan orang jawa juga. Dikatakan bahwa awalnya Dayak berasal dari kerajaan majapahit yaitu dari pasukan Brawijaya yang tidak pernah terkalahkan. Saya tidak langsung percaya kemudian saya bertanya lagi darimana bapak itu tau informasi dan sejarahnya. Dia Katakan rumahnya di Jawa tidak jauh dari Keraton jadi orang-orang Keraton sering bercerita sejarah kepada mereka termasuk cerita tentang keberadaan orang Dayak.
Hal ini sangat berbeda dengan beberapa sumber sejarah yang saya baca sebelumnya. Namun saya berfikir inilah proses sosialisasi. Yang terpenting adalah kita menyadari bahwasanya kita semua saudara baik perseorangan, suku, agama, ras dan antar golongan yang berasal dari nenek moyang yang sama yaitu Adam dan Hawa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar